Langsung ke konten utama

Khasiat Jahe Juga Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan, Apa Lagi?

  Jahe merupakan rempah yang termasuk dalam keluarga Zingiberaceae. Bukan hanya cita rasanya yang mampu memberikan kehangatan alami pada tubuh, jahe juga miliki segudang khasiat sehat lain. Tanaman ini masih satu genus yang sama dengan kunyit, kapulaga, dan lengkuas.   Rimpang atau batang bawah tanah adalah bagian yang biasa digunakan sebagai bumbu sehingga sering disebut akar jahe. Jahe dapat digunakan secara langsung, kering, hingga bubuk. Rimpang ini merupakan bahan yang sangat umum digunakan dalam resep, bahkan tak jarang digunakan ke dalam bahan olahan kosmetik. Berikut 11 manfaat jahe untuk kesehatan yang didukung oleh penelitian ilmiah. Mengandung gingerol   Gingerol adalah senyawa bioaktif utama dalam jahe. Gingerol memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat.   Di antara manfaat gingerol adalah dapat membantu mengurangi stres oksidatif , yang merupakan hasil dari kelebihan jumlah radikal bebas dalam tubuh.   Atasi mual  Jahe banyak dipercaya jadi obat mual. Bahka

Mengenal Hepatic Steatosis alias Lemak Hati dan Penyebabnya

 

Hati adalah organ tubuh terbesar kedua pada tubuh dan penting diwaspadai bila lemak hati sudah melebihi 5 persen dari berat hati.

Organ ini membantu memproses nutrisi dari makanan dan minuman, dan menyaring zat berbahaya dari darah. Hati yang sehat mengandung sedikit lemak, akan menjadi masalah ketika lemak mencapai 5% sampai 10% dari berat hati.

Mengutip healthline, hepatic steatosis adalah kondisi yang disebabkan oleh terlalu banyak penumpukan lemak di hati. 

Terlalu banyak lemak di hati atau kebanyakan lemak hati dapat menyebabkan peradangan hati, yang dapat merusak hati dan menciptakan jaringan parut. Dalam kasus yang parah, jaringan parut ini dapat menyebabkan gagal hati.

Faktor Penumpukan Lemak Hati

Berbagai faktor dapat menyebabkan penumpukan lemak pada hati, salah satunya minum terlalu banyak alkohol. Penggunaan alkohol berat dapat mengubah proses metabolisme tertentu di hati. Beberapa produk metabolisme ini dapat bergabung dengan asam lemak, yang mengarah pada pembentukan jenis lemak yang dapat menumpuk di hati.

Pada orang yang tidak banyak minum alkohol, penyebab hepatic steatosis kurang jelas. Para ahli menduga tubuh mereka menghasilkan terlalu banyak lemak atau tidak cukup efisien dalam melakukan metabolisme lemak.

Beberapa faktor berikut mungkin berperan pada orang yang tidak banyak mengonsumsi alkohol dan mengembangkan penyakit hati berlemak:

  • kegemukan
  • diabetes tipe 2
  • resistensi insulin
  • kadar lemak yang tinggi, terutama trigliserida, dalam darah
  • sindrom metabolik

dej3a dej3a dej3a dej3a dej3a dej3a vdt3g ayw1n db3ap aw7ys dej3a bd3bn mo2gc tu3ao qu3zd m2sqt

Penyebab potensial lainnya meliputi:

  • kehamilan
  • efek samping dari beberapa jenis obat
  • beberapa jenis infeksi, seperti hepatitis C
  • kondisi genetik langka tertentu

Gejala Lemak Hati 

Mengutip Cleveland Clinic, orang dengan penyakit hati berlemak sering tidak memiliki gejala sampai penyakit berkembang menjadi sirosis hati. Jika pun memiliki gejala, itu dapat meliputi:

  • Sakit perut atau rasa penuh di sisi kanan atas perut.
  • Mual kehilangan nafsu makan atau penurunan berat badan.
  • Kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan.
  • Perut dan kaki bengkak.
  • Mengalami masalah mental.
  • Kelelahan.

Demikian seluk beluk lemak hati berikut aneka penyebab dan gejalanya yang perlu diketahui. Ingatlah hati adalah organ yang sangat vital.

Komentar