Gaya Hidup yang Dianjurkan untuk Kesehatan Jantung

 


Spesialis jantung dan pembuluh darah dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Amir Aziz Alkatiri, Sp.JP (K), mengatakan langkah pencegahan utama menghindari penyakit jantung adalah menerapkan gaya hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin. Gaya hidup sehat ini termasuk aktivitas fisik moderat secara rutin 150 menit per minggu sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menerapkan pola makan sehat dan seimbang, serta menjaga indeks massa tubuh (IMT).

Menurutnya, 30 menit sekali jalan kaki sudah sangat cukup sampai keluar keringat. Faktor berat badan menjadi sangat penting yang disesuaikan dengan tinggi badan dengan menjaga IMT tetap normal 18,5-24,9. 

Pola makan sehat
Penerapan pola makan sehat juga mencakup konsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan. Menurut Mayo Clinic, kedua makanan itu mengandung zat yang dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular. Konsumsi lebih banyak buah dan sayuran dapat membantu mengurangi makanan berkalori tinggi, seperti daging dan makanan ringan.

Orang-orang juga dapat menambahkan biji-bijian ke dalam menu diet karena merupakan sumber serat baik dan nutrisi lain yang berperan dalam mengatur tekanan darah dan kesehatan jantung. Selain itu, membatasi jumlah lemak jenuh dan lemak trans merupakan langkah penting untuk mengurangi kolesterol darah dan menurunkan risiko penyakit arteri koroner. Kadar kolesterol darah yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri atau aterosklerosis, yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. 

Amir mengatakan selain gaya hidup sehat, pemeriksaan kesehatan juga penting untuk mencegah penyakit jantung. Pemeriksaan ini termasuk gula darah, tekanan darah, dan kolesterol. Pemeriksaan gula darah khusus yang berusia di atas 40 tahun tidak hanya gula darah puasa, dua jam setelah makan, tetapi juga HbA1c untuk mendeteksi ada tidaknya diabetes. Sementara untuk kolesterol, Amir menyarankan orang-orang menjalani pemeriksaan sekitar enam bulan hingga satu tahun sekali.

"Bukan berarti tidak sakit kepala tidak ada darah tinggi, bukan berarti tidak ada nyeri tengkuk tak ada kolesterol," kata anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) itu.

Dia kembali mengingatkan faktor yang berperan penting mencetuskan penyakit jantung adalah gaya hidup, termasuk kebiasaan merokok.

Berita
Posting Komentar
komentar teratas
Terbaru dulu
Daftar Isi
Tautan berhasil disalin.